Tips Aman Mudik bagi Pasien Aritmia: Panduan dari Pakar Jantung

Pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia perlu merencanakan perjalanan jauh dengan lebih matang agar tetap aman. Bagi jutaan masyarakat Indonesia, perjalanan pulang ke kampung halaman adalah tradisi yang penuh kebahagiaan. Namun, bagi pasien aritmia, perjalanan jauh bisa menjadi tantangan fisik yang berat. Kelelahan, stres di jalan, atau perubahan pola makan bisa memicu gangguan detak jantung yang tidak teratur. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia, Dicky Armein Hanafy, memberikan tips penting agar pasien aritmia menikmati momen Lebaran dengan aman dan nyaman.

Menurut Dicky, pasien dengan aritmia masih bisa melakukan perjalanan jauh selama kondisi jantungnya stabil dan terkontrol. Faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau keterlambatan minum obat bisa memicu keluhan seperti jantung berdebar atau rasa pusing. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berpergian bagi orang dengan kondisi tersebut.

Pertama, pastikan kondisi jantung stabil sebelum berangkat. Pasien aritmia disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan perjalanan jauh. Evaluasi ini penting untuk memastikan kondisi jantung stabil, memeriksa terapi yang optimal, dan memastikan obat yang dikonsumsi sesuai. Dengan perencanaan yang matang dan pemantauan yang tepat, pasien aritmia bisa menikmati perjalanan Lebaran dengan aman.

Source link