Rismon Sianipar, nama yang sedang populer belakangan ini, secara tiba-tiba mengubah fokus dari isu perang Iran-Israel dan dampaknya terhadap ekonomi nasional. Sikapnya yang berubah drastis ini berhasil menarik perhatian publik. Rismon kini tidak lagi menyerang atau mencurigai keaslian ijazah Jokowi seperti sebelumnya, namun dengan tegas menyatakan bahwa ijazah tersebut memang benar asli. Lebih lanjut, Rismon meminta maaf secara terbuka kepada Jokowi dan keluarganya atas kerugian yang telah dialami akibat serangan terkait ijazah palsu.
Tindakan yang diambil Rismon ini telah membuat dirinya kehilangan identitas sebagai seorang intelektual dan akademisi. Ketika sebelumnya ia percaya diri sebagai seorang peneliti, tindakannya saat ini dianggap sebagai sebuah kesalahan yang besar. Rismon bahkan menemui Jokowi untuk meminta maaf secara langsung serta mendesak rekan-rekannya seperti Roy Suryo atau Dr. Tifa untuk mengikuti contohnya, meskipun hal ini dianggap sebagai sebuah langkah yang ceroboh bagi seorang akademisi.
Dalam konteks politik, penerimaan terhadap Rismon dan Gibran terbilang rendah. Rismon tidak memiliki afiliasi yang kuat dengan pihak manapun yang dapat berdampak pada kepentingan politik. Secara politik, Rismon tidak dianggap sebagai tokoh berpengaruh yang dapat memengaruhi hasil elektoral di masa depan.












