Indonesia menunjukkan sikap tegas dengan menolak agresi militer sepihak dan mengucapkan belasungkawa atas kepergian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, seperti yang diungkapkan oleh mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Respons ini mendapat apresiasi dari aktivis media sosial Jhon Sitorus yang menganggap bahwa keberanian Megawati sangat berarti di tengah kompleksitas geopolitik yang sensitif.
Menurut Jhon Sitorus, sikap Megawati merupakan manifestasi keberanian Indonesia dalam mengkritik Amerika Serikat dan Israel terkait konflik di Timur Tengah. Dia menyatakan, “Akhirnya Indonesia berani mengecam Amerika Serikat-Israel,” dalam sebuah wawancara pada Rabu. Jhon juga menyoroti bahwa pendapat tersebut bukan berasal dari kalangan militer atau ahli strategi perang, tetapi dari seorang tokoh perempuan yang sering dijuluki sebagai “nenek”.
Lebih lanjut, Megawati Soekarnoputri menegaskan dalam surat yang ditulis pada 2 Maret 2026 bahwa belasungkawa atas kepergian Ayatullah Ali Khamenei disampaikan atas nama pribadi, keluarga besar Bung Karno, dan rakyat Indonesia yang menghargai perdamaian dan kedaulatan. “Atas nama pribadi dan keluarga besar Bung Karno, serta mewakili bangsa Indonesia yang mencintai perdamaian, keadilan, dan kedaulatan negara merdeka, saya menyampaikan simpati dan solidaritas bagi keluarga, pemerintah, dan seluruh rakyat Iran,” tulis Megawati dalam suratnya.












