Industri hiburan Korea Selatan kembali heboh dengan pernyataan kontroversial dari anggota Park Bom 2NE1. Melalui unggahan panjang di akun Instagram pribadinya pada 3 Maret 2026, Park Bom membuat klaim mengejutkan terkait dugaan kasus obat yang sebelumnya menyeret namanya. Isu penyalahgunaan Adderall, obat yang biasa digunakan untuk ADD (Attention Deficit Disorder), membuat publik perdebatan tentang keabsahan penggunaan obat tersebut di Korea Selatan. Park Bom menegaskan bahwa obat yang dikonsumsinya bukanlah narkoba dan bahwa digunakannya untuk keperluan medis. Ia juga menyatakan bahwa pada saat itu belum ada regulasi yang spesifik mengenai penggunaan Adderall di negaranya.
Pernyataan terbaru Park Bom juga mengarahkan tudingan kepada sesama anggota 2NE1, Sandara Park. Dalam surat tulisan tangan yang dibagikan, Park Bom mengklaim bahwa dirinya dijadikan kambing hitam untuk menutupi kasus penggunaan obat yang melibatkan Sandara Park. Respons terhadap unggahan kontroversial Park Bom juga membuat banyak spekulasi di media Korea Selatan. Sumber terdekat Park Bom menyatakan bahwa hal itu terjadi karena kondisi kesehatan Park Bom yang sedang tidak stabil. Spekulasi baru muncul di kalangan penggemar dan netizen terkait kebenaran klaim yang dibuat Park Bom, serta kekhawatiran terhadap kondisi mentalnya.
Pada 4 Maret 2026, media Korea Selatan OSEN melaporkan tanggapan dari sumber terdekat Park Bom terkait unggahan tersebut. Agensi Park Bom, D-Nation Entertainment, akhirnya buka suara menyatakan bahwa kondisi emosional Park Bom sedang tidak stabil. Mereka meminta fans dan media untuk berhenti menyebarkan unggahan kontroversial tersebut. Semua kejadian ini memunculkan perdebatan dan kekhawatiran di kalangan penggemar dan netizen terkait klaim Park Bom dan kondisinya yang tidak stabil secara emosional.












