Pesantren Lansia di Masjid Agung Demak merupakan tempat untuk para lanjut usia dalam mengisi bulan Ramadan dengan penuh kekhusukan. Di tengah kompleks Pemakaman Raja Demak, ratusan santri lansia terlihat khusyuk saat membaca zikir di pagi hari. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan di makam Sultan Demak, tetapi juga menjalankan sahur bersama setelah ibadah subuh.
Pesantren Lansia ini telah berlangsung selama 10 tahun, dengan ratusan santri dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengikuti beragam kegiatan spiritual selama bulan Ramadan, mulai dari salat berjemaah hingga terawih dan tadarus. Meskipun usianya sudah lanjut, antusiasme para santri lansia tetap terjaga dalam belajar agama dan mendengarkan tausyiah.
Program Pesantren Lansia di Masjid Agung Demak menawarkan fasilitas dan bimbingan agama tanpa dipungut biaya. Para santri, yang termasuk orang tertua hingga berusia 80 tahun, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka merasakan kebersamaan dan kekeluargaan selama menjalani puasa Ramadan di pesantren tersebut.
Tradisi pesantren ini lahir dari kebiasaan para musafir yang singgah di masjid saat berziarah ke makam para wali. Pesantren Lansia menjadi tempat untuk tetap aktif, semangat ibadah, dan merasa bahagia selama bulan Ramadan. Dengan demikian, Pesantren Lansia di Masjid Agung Demak menjadi sebuah tempat yang luar biasa bagi para lanjut usia untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka.












