Pola tidur umat Islam sering berubah selama bulan Ramadhan. Jadwal sahur, ibadah malam, dan buka puasa yang berlangsung hingga larut malam dapat mengakibatkan kurang tidur atau bahkan insomnia. Hal ini dapat mengganggu jam biologis tubuh dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Menurut dr. Kasim Rasjidi, seorang health coach dan dokter spesialis penyakit dalam, tidur yang cukup penting untuk menjaga kesehatan tubuh selama puasa. Disarankan untuk tidur sekitar empat hingga lima jam setiap malam sebelum sahur dan Sholat Subuh.
Tidur siang singkat selama 10-30 menit sebelum atau sesudah waktu Dzuhur juga direkomendasikan untuk membantu memulihkan energi dan meningkatkan fokus. Namun, penting untuk memasang alarm agar tidak tidur terlalu lama dan merasa lesu setelah bangun. Selain durasi tidur, kualitas tidur juga penting. Menurut dr. Kasim, kualitas tidur dipengaruhi oleh persiapan tubuh sebelum tidur, termasuk pola makan saat sahur dan berbuka puasa.
Dia menyarankan untuk menghindari makanan berlemak, manis berlebihan, terlalu pedas, dan kafein berlebihan selama Ramadhan karena dapat menyebabkan gangguan tidur seperti mulas, perut kembung, atau sulit tidur. Berbagai faktor ini dapat memengaruhi kenyamanan tubuh, proses pencernaan, dan kemampuan tubuh untuk beristirahat dengan baik selama bulan puasa. Jadi, selain menjaga pola tidur, memperhatikan pola makan juga penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama bulan Ramadhan.












