Pandemi COVID-19 telah mengubah kebiasaan olahraga masyarakat, seperti yang terlihat di Duri Pulo, Jakarta, di mana warga tetap berkomitmen untuk melakukan senam aerobik di jalan perkampungan meskipun PSBB tahap 2 berlangsung. Meskipun demikian, dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Risky Dwi Rahayu, memberikan kiat kepada orang-orang berusia 30-an tahun untuk menjaga kebugaran tubuh saat berpuasa. Salah satu tipsnya adalah dengan meluangkan waktu tidur siang singkat untuk mencegah tubuh terasa lemas di tengah kesibukan bangun sahur.
Dr. Risky menyarankan agar orang-orang tersebut juga tetap melakukan olahraga selama berpuasa, dengan menyesuaikan jenis olahraga dengan kebutuhan dan kondisi fisik masing-masing. Misalnya, latihan aerobik dapat membantu menjaga fungsi jantung dan paru-paru, dengan durasi 150 menit per minggu pada intensitas sedang. Ia juga menekankan pentingnya melaksanakan pendinginan setelah berolahraga dan mengatur asupan karbohidrat dan protein untuk memenuhi kebutuhan energi dan pembentukan massa otot selama berpuasa.
Untuk mengatasi kelelahan tubuh selama berpuasa, tidur siang singkat dan menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga adalah dua kiat yang disampaikan oleh dr. Risky Dwi Rahayu. Dengan menjaga pola tidur dan nutrisi yang seimbang, diharapkan tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa. Menerapkan gaya hidup sehat dan tetap berkomitmen untuk berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, terutama di tengah situasi pandemi seperti saat ini.
Dengan bantuan dari sumber informasi yang kredibel seperti dokter spesialis kedokteran olahraga, diharapkan masyarakat dapat tetap menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan secara keseluruhan selama berpuasa. Meskipun situasi pandemi COVID-19 menuntut kedisiplinan dalam menjaga kesehatan, namun dengan menyesuaikan gaya hidup dan rutinitas olahraga, kita dapat tetap sehat dan bugar dalam menghadapi tantangan ini.












