Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat yang terbiasa mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berenergi diimbau untuk mengurangi asupan kafein secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gejala putus kafein seperti sakit kepala, kelelahan, dan mudah marah saat menjalani puasa. Menurut dr. Faisal Arshad dari Lifecare Hospital, menghentikan asupan kafein secara mendadak saat puasa dapat memicu kondisi putus kafein. Gejala tersebut biasanya muncul 12 hingga 24 jam setelah konsumsi terakhir dan bisa berlangsung hingga 9 hari.
Untuk mengurangi risiko putus kafein, disarankan untuk mulai mengurangi asupan kafein secara bertahap sebelum Ramadhan. Dr. Javeed Ashfaque merekomendasikan untuk mengurangi 25-50 persen asupan kopi atau teh harian, misalnya dari tiga cangkir kopi menjadi dua cangkir per hari. Selain itu, bisa mencampur kopi biasa dengan kopi tanpa kafein, atau beralih ke minuman dengan kadar kafein lebih rendah seperti teh hijau atau teh putih. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman tanpa gejala putus kafein yang mengganggu.












