Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya menjadi momen yang sering dimanfaatkan untuk menyatakan cinta kepada pasangan. Banyak anak muda juga memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk mengungkapkan perasaan kepada orang yang mereka sukai. Beberapa orang merencanakan kegiatan khusus seperti makan malam romantis, liburan bersama, atau menonton film berdua agar perayaan semakin berkesan. Berbagai tenant di pusat perbelanjaan juga menghadirkan promo menarik untuk pasangan yang ingin merayakan hari tersebut.
Ustaz Abdul Somad pernah menjelaskan pandangannya terkait perayaan Hari Valentine dalam sebuah ceramah. Menurut beliau, perayaan Valentine bermula dari Santo Valentino yang membebaskan seorang tentara yang sedang bercinta, namun kemudian Santo Valentino dibunuh setelah membebaskan tentara tersebut. UAS menyebut tanggal 14 Februari sebagai hari zinah internasional dan menyarankan agar orang tua berhati-hati terhadap perayaan tersebut. Beliau juga menyarankan untuk lebih mengutamakan kegiatan yang bermanfaat seperti menggelar kajian daripada merayakan Hari Valentine.
Di bulan Februari, perayaan Hari Kasih Sayang sering dikaitkan dengan hubungan romantis dan tradisi pemberian hadiah. Momen ini kerap diidentikkan dengan Gen Z yang merayakannya dengan cara yang khas dan unik. Meskipun begitu, penting bagi setiap individu untuk memahami pandangan masing-masing agama terkait perayaan Hari Valentine dan memilih cara merayakannya dengan bijaksana.












