Menurut Prof. Dr. Risma Niswaty, seorang pakar kebijakan publik dari Universitas Negeri Makassar, wacana Pilkada tidak langsung melalui DPRD bisa menjadi opsi positif untuk menguatkan kaderisasi partai politik dan memastikan terpilihnya kepala daerah dengan standar kompetensi yang jelas. Menurutnya, dengan cara ini, partai politik dapat memilih kader terbaik yang memenuhi standar kompetensi, bukan hanya berdasarkan popularitas semata. Dalam diskusi Forum Wartawan Politik di Makassar, ia menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah langsung seringkali dipengaruhi oleh popularitas dan kekuatan modal, yang mengakibatkan partai politik kurang optimal dalam fungsi kaderisasi dan pendidikan politik. Jika pilkada dialihkan ke DPRD, partai politik diharapkan memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menyiapkan kader yang berkualitas dengan pengalaman, pendidikan, dan rekam jejak yang terukur. Prof. Risma menekankan pentingnya untuk melahirkan kader-kader yang memenuhi standar untuk memastikan kepemimpinan yang cerdas dan berkualitas.
Manfaat Soal Pilkada Tidak Langsung untuk Kaderisasi Partai
Read Also
Recommendation for You

Yorrys Raweyai, Wakil Ketua DPD RI, menyoroti bahwa Presiden Jokowi belum mampu menyelesaikan masalah kekerasan…

Akhirnya, aktivis Eggi Sudjana memutuskan untuk berbicara tentang pertemuannya dengan Presiden ke-7, Joko Widodo, di…

Lembaga Survei Parameter Publik Indonesia (PPI) baru saja merilis hasil survei evaluasi satu tahun kepemimpinan…

Dinamika geopolitik global yang semakin memanas akibat konflik di Timur Tengah juga menarik perhatian sejumlah…








