Pasien yang menderita gagal ginjal sangat membutuhkan cuci darah untuk menjaga kesehatannya secara optimal. Proses cuci darah ini penting untuk membersihkan racun dari tubuh yang biasanya disaring oleh ginjal sehat. Namun, jika pasien mengalami penundaan dalam menjalani cuci darah, risiko kematian menjadi meningkat. Baru-baru ini, puluhan pasien gagal ginjal dilaporkan tidak dapat melakukan cuci darah setelah kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diputus secara mendadak. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius dari kalangan medis karena menilai bahwa pasien dapat mengalami risiko fatal akibat penundaan cuci darah. Ketua Dewan Penasihat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Daeng M Faqih, menjelaskan bahwa cuci darah sangat penting bagi pasien gagal ginjal. Jika prosedur ini terus tertunda, racun-racun dalam tubuh dapat menumpuk dan meningkatkan risiko kematian. Daeng menekankan perlunya pertimbangan kebijakan berbasis kemanusiaan dalam situasi darurat medis seperti ini. Mekanisme pendanaan darurat dapat dilakukan untuk memberikan bantuan kepada pasien dalam kondisi ini. Sebagai upaya preventif, Daeng menyarankan agar kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah harus lebih berorientasi pada aspek kemanusiaan untuk kasus-kasus seperti ini, bukan hanya aspek administratif semata. Ini penting untuk memastikan perlindungan terhadap nyawa pasien terjamin dalam kondisi darurat medis.
Pasien Gagal Ginjal tanpa Cuci Darah: Risiko Kematian Tinggi
Read Also
Recommendation for You

Generasi Alpha, kelompok anak yang lahir antara tahun 2010 hingga 2024 atau 2025, menunjukkan ketertarikan…

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia dan dunia. Tingginya jumlah…

Sebelum perjalanan mudik dan bertemu banyak orang saat Lebaran, penting bagi orang tua untuk memastikan…

Ginjal merupakan organ vital yang sangat penting dalam tubuh manusia. Tanggal 12 Maret diperingati sebagai…








