Kementerian Kesehatan merekomendasikan dua kebijakan strategis yang telah terbukti efektif di berbagai negara sebagai solusi untuk mengontrol konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih di Indonesia. Menurut Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, pola konsumsi yang tidak seimbang menjadi tantangan serius yang dihadapi masyarakat. Konsumsi yang berlebihan dari ketiga zat tersebut dapat menyebabkan peningkatan kasus diabetes, hipertensi, dan kelebihan berat badan, yang kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Dari hasil kajian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Global Health Strategies, rekomendasi pertama adalah pembatasan asam lemak trans maksimal dua persen pada seluruh produk pangan, yang telah diterapkan di India. Sementara pendekatan kedua adalah larangan penggunaan minyak terhidrogenasi parsial, sumber utama asam lemak trans, yang telah berhasil diterapkan di Singapura dengan berhasil menurunkan asupan lemak trans hingga 50 persen.
Nadia menjelaskan bahwa penerapan kedua kebijakan tersebut dapat mencegah kematian dan penyakit jantung dalam jumlah yang signifikan. Karena asam lemak trans tidak memberikan manfaat bagi tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2026 dengan tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, Kementerian Kesehatan merekomendasikan batas konsumsi harian gula, garam, dan lemak yang seimbang untuk kesehatan masyarakat.
Dengan pola konsumsi pangan yang masih tinggi dari ketiga zat berbahaya tersebut, Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya seperti penentuan batas maksimum konsumsi gula, garam, dan lemak, serta memperkuat kebijakan label pangan untuk membantu masyarakat dalam melakukan pilihan yang lebih sehat. Melalui kampanye “Sehat dimulai dari Piringku”, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar akan pilihan makanan yang sehat, mengatur porsi, dan mengutamakan gizi seimbang dari pangan lokal demi menciptakan masa depan yang lebih sehat.












