Subhan Nur Sobah, seorang komika dan kritikus politik, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menantang lawan-lawan politiknya untuk bertarung dalam Pilpres 2029. Menurut Subhan, elite politik terlalu tergesa-gesa membicarakan kontestasi politik lima tahunan, tanpa sepenuhnya move on dari pola lama. Ia mengkritik sikap para elit politik yang terlalu gelisah dan tidak sabar untuk terlibat dalam pertarungan politik di masa depan. Subhan juga menyoroti suasana politik yang terlalu panas di awal tahun 2026, dan menegaskan perlunya para elit politik untuk lebih tenang dan tidak terburu-buru memikirkan perebutan kekuasaan.
Selain itu, Subhan juga mencatat bahwa jargon idealisme yang kerap digunakan oleh elite politik sebenarnya hanya sebagai kamuflase dari ambisi sebenarnya, yaitu kekuasaan. Ia menilai bahwa partai politik adalah kendaraan untuk meraih kekuasaan, dan seringkali kepentingan siapa yang akan diakomodasi setelah partai berkuasa menjadi masalah yang sering terjadi. Subhan mempertanyakan apakah kepentingan yang diakomodasi setelah perebutan kekuasaan benar-benar untuk rakyat, atau justru lebih cenderung untuk kepentingan elite politik dan oligarki. Dengan demikian, Subhan mendorong elit politik untuk lebih mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi atau golongan elit.












