Aurelie Moeremans telah mengungkapkan pengalamannya dengan child grooming dalam buku memoarnya bertajuk Broken Strings, dan hal ini masih menjadi perbincangan hangat. Buku tersebut tidak hanya menyentuh hati publik, tetapi juga menarik perhatian para ahli psikologi untuk melihat kasus ini dari sudut pandang ilmiah dan emosional. Salah satunya adalah psikolog Joice Manurung, yang memberikan penjelasan dalam sebuah acara televisi dipandu oleh Irfan Hakim. Menurut Joice, pengalaman hidup yang berat sejak usia dini dapat membentuk daya tahan mental seseorang. Dia mencatat bahwa Aurelie memiliki daya tahan emosi yang kuat, mungkin karena pengalaman hidupnya yang cukup bergejolak. Meskipun demikian, ketenangan Aurelie saat menceritakan kisahnya juga dapat dianggap sebagai mekanisme bertahan. Joice menekankan bahwa korban child grooming sering mengalami ketergantungan emosi yang muncul karena kebutuhan afeksi yang tidak terpenuhi. Pelaku child grooming biasanya sangat jeli dalam membaca kekosongan emosional korban dan hadir sebagai sosok yang memberi perhatian dan perlindungan semu.
Psikolog Bedah Kasus Child Grooming: Aurelie Moeremans
Read Also
Recommendation for You

Kakak Itwill Membatalkan University Study Tour Momen spesial yang seharusnya menjadi langkah besar bagi penggemar…

Dalam dunia pengetahuan seksual, istilah “penis grower” dan “penis shower” mungkin bukan hal yang asing…

Setiap muslim menanti momen berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Islam memberikan tuntunan…

Interaksi antarumat beragama dalam masyarakat Indonesia plural merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Tahun Baru…






