Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak dalam Keluarga
Membahas tentang seksualitas masih dianggap tabu di banyak keluarga Indonesia. Namun, menutup mata terhadap isu ini dapat menjadi masalah yang berpotensi membahayakan keselamatan anak di masa depan. Menurut Prof. Dr. Wimpie Pangkahila dari Universitas Udayana, pendidikan seksual sejak dini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Sehingga, orang tua perlu memberikan pemahaman yang tepat kepada anak-anak mereka sesuai dengan usia dan perkembangan masing-masing.
Prof. Wimpie menekankan bahwa orang tua dapat memberikan edukasi seksual kepada anak mereka secara tidak langsung, misalnya saat mandi. Dalam hal ini, orang tua dapat memperhatikan pertumbuhan organ tubuh anak laki-laki atau memberikan penjelasan terkait menstruasi dan perubahan fisik pada anak perempuan. Hal ini sebagai bentuk pendidikan seksual yang sederhana namun penting.
Orientasi seksual seseorang juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan sekitar. Sementara faktor genetik tidak dapat diubah, namun perilaku yang terbentuk dari lingkungan dapat memengaruhi orientasi seksual seseorang. Oleh karena itu, lingkungan keluarga yang harmonis memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak, terutama dari segi psikologis.
Prof. Wimpie menegaskan bahwa dalam mendidik anak, keharmonisan dalam keluarga perlu diperhatikan. Konflik atau kekerasan yang terjadi di rumah dapat berdampak negatif pada psikologis anak dan memengaruhi orientasi seksual mereka di masa depan. Oleh karena itu, menjaga keharmonisan keluarga adalah kunci dalam mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Trimming
Sumber: Antara












