Penyebab & Cara Mengatasi Blue Balls pada Pria

Blue balls adalah istilah yang sering digunakan oleh pria untuk menggambarkan rasa tidak nyaman akibat hasrat yang tertahan. Ketika seseorang terangsang namun tidak mengalami ejakulasi, terjadi penumpukan darah di testis dan area sekitarnya yang disebut sebagai epididymal hypertension. Hal ini memunculkan gejala seperti rasa penuh, nyeri, atau tidak nyaman. Kondisi serupa juga bisa dialami oleh orang yang memiliki vagina dan disebut sebagai blue vulva. Aliran darah meningkat namun tidak diakhiri dengan orgasme, menyebabkan sensasi pegal, nyeri, dan tidak nyaman.

Saat terangsang, pembuluh darah yang menuju penis melebar untuk meningkatkan aliran darah dan ereksi. Jika orgasme tidak terjadi, darah tersebut dapat tertahan lebih lama dan menimbulkan tekanan yang menyakitkan. Ada teori yang menyatakan bahwa ereksi yang terlalu lama dapat membuat sebagian oksigen dalam darah terserap ke jaringan genital, sehingga darah terlihat agak kebiruan. Namun, kebanyakan kasus blue balls tidak menyebabkan perubahan warna pada testis, hanya rasa tidak nyaman.

Meskipun blue balls umum terjadi, kondisi ini tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang. Rasa nyeri biasanya berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam, lalu hilang dengan sendirinya. Beberapa anggapan bahwa blue balls itu berbahaya atau sangat menyakitkan biasanya dibesar-besarkan. Secara medis, kondisi ini tidak mengancam kesehatan dan seringkali menjadi mitos yang digunakan untuk tujuan tertentu.

Source link