Berita  

Tantangan Khamenei Terhadap Ancaman Trump di Tengah Protes dan Krisis Ekonomi Iran

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Iran tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meskipun negara tersebut sedang dihadapkan dengan gelombang demonstrasi besar dan tekanan ekonomi yang semakin meningkat. Dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah, Khamenei menyerukan persatuan nasional dan menganggap aksi protes di berbagai wilayah Iran sebagai upaya asing untuk mengganggu stabilitas negara. Dia juga menyebut demonstrasi tersebut sebagai “tindakan teror” dan memperingatkan bahwa aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mengganggu ketertiban.

Khamenei secara terbuka menyalahkan Amerika Serikat, terutama Presiden Trump, atas demonstrasi yang terjadi. Dia meyakini bahwa para demonstran merupakan alat dari kepentingan asing dan terlibat dalam perusakan fasilitas umum. Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan mentoleransi siapa pun yang menjadi tentara bayaran bagi pihak asing. Ancaman-ancaman tersebut datang lebih keras ketika tekanan dari Washington semakin meningkat. Trump bahkan menyebut Iran dalam “masalah besar” dan mengancam tindakan lebih lanjut jika situasi di negara itu terus memburuk.

Di sisi lain, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, meminta pengendalian diri dan mendengarkan keluhan masyarakat. Namun, pemerintah menegaskan bahwa tidak akan bersikap lunak, terutama karena aksi protes diduga mendapat dukungan dari luar. Demonstrasi ini dimulai dari tekanan ekonomi yang semakin berat, terutama setelah nilai tukar rial Iran anjlok tajam. Protes dimulai dari para pedagang di Teheran yang merasa terdampak oleh pelemahan mata uang tersebut sebelum merambah ke kota-kota lain di Iran.

Source link