Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berhasil menjangkau lebih dari 70 juta orang selama tahun 2025, demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Angka tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam program ini, yang memiliki tujuan utama untuk menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular. Budi menjelaskan bahwa banyak kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit seperti strok dan sakit jantung, yang sering kali terjadi karena pengabaian kondisi kesehatan seperti darah tinggi. Melalui CKG, masyarakat diajak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahun untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.
Dari data Daily Report CKG, tercatat bahwa CKG Umum dan CKG Sekolah memiliki tingkat kehadiran yang cukup tinggi, mencapai 96,97 persen dan 94,56 persen. Program CKG Sekolah khususnya mampu menjangkau siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, termasuk pesantren dan sekolah luar biasa (SLB). Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, fasilitas kesehatan, dan puskesmas di seluruh Indonesia, menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kementerian Kesehatan mengapresiasi partisipasi yang tinggi dari masyarakat dalam CKG, dan juga dedikasi para tenaga kesehatan yang turut serta dalam pelaksanaan program ini. Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan bahwa CKG dapat terus diperkuat sebagai landasan pelayanan kesehatan promotif dan preventif guna menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.












