Berita  

BMKG Mendorong SOP Terpadu Pasca Insiden KM Putri Sakinah

Insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Taman Nasional Komodo telah memunculkan pertanyaan tentang keamanan pelayaran. Evaluasi sistem keselamatan pelayaran diperlukan, khususnya terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) terpadu lintas lembaga di kawasan wisata bahari premium. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Komodo Labuan Bajo, Maria Petty Seran, menjelaskan bahwa BMKG memberikan informasi, rekomendasi, dan imbauan keselamatan berdasarkan data cuaca dan kelautan, namun tidak memiliki kewenangan melarang kapal berlayar.

Kategori tinggi gelombang tidak bisa dipilihkan secara umum untuk semua jenis kapal, karena gelombang sedang mungkin tidak berbahaya bagi satu kapal tetapi dapat berisiko bagi kapal lain dengan spesifikasi yang berbeda. BMKG secara rutin menyampaikan informasi cuaca maritim ke instansi terkait seperti KSOP untuk pemantauan dan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar.

Meskipun data cuaca saat insiden terjadi menunjukkan kondisi yang relatif aman, Maria mengakui bahwa kondisi cuaca laut bersifat dinamis dan dapat berubah tiba-tiba. Evaluasi menyeluruh serta penyusunan SOP terpadu lintas lembaga penting dilakukan untuk memastikan keamanan pelayaran di kawasan wisata bahari premium seperti Taman Nasional Komodo.

Insiden yang menimpa kapal KM Putri Sakinah menuntut upaya pencarian dan penyelamatan intensif dari tim SAR gabungan. Sebagian korban telah ditemukan, namun beberapa masih dalam pencarian. Kasus ini memperlihatkan betapa pentingnya kesiapan dan koordinasi lintas lembaga untuk mengantisipasi dan mengatasi insiden serupa di masa mendatang. Penyelenggaraan aktivitas pelayaran harus didukung dengan SOP yang efektif, untuk menjaga keamanan dan keberlangsungan pariwisata bahari di kawasan premium seperti Taman Nasional Komodo.

Source link