Ukuran organ intim pria telah menjadi perbincangan mengejutkan belakangan ini. Menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan pada Februari 2025, panjang organ intim pria saat ereksi telah meningkat hampir 25 persen secara global dalam rentang 30 tahun terakhir. Namun, ternyata peningkatan ini juga dapat berdampak pada masalah seperti penurunan jumlah sperma dan kadar testosteron.
Menurut laman ZME Science, penelitian yang dipimpin oleh Profesor Hagai Levine dari Hebrew University of Jerusalem menemukan bahwa jumlah sperma pria telah mengalami penurunan drastis dalam 50 tahun terakhir. Dari 1963 hingga 2018, rata-rata jumlah sperma menurun 1,2 persen setiap tahun. Namun, antara tahun 2000 dan 2018, angka penurunan tersebut melonjak menjadi 2,6 persen per tahun, menunjukkan bahwa masalah ini semakin mengkhawatirkan.
Walau hanya diperlukan satu sperma untuk membuahi sel telur, tubuh sebenarnya memproduksi jumlah sperma yang sangat besar karena sebagian besar tidak mampu bertahan dalam perjalanan menuju rahim. Untuk mencapai kesuburan optimal, jumlah sperma per mililiter yang diperlukan adalah sekitar 40 juta.
Dengan penurunan jumlah sperma, pembuahan menjadi sulit dilakukan. Hal ini mengakibatkan semakin banyak pria harus bergantung pada teknologi reproduksi berbantu untuk mencapai kehamilan. Di sisi lain, penurunan jumlah sperma juga disertai dengan penurunan kadar testosteron. Sebuah studi pada 2007 menemukan bahwa kadar testosteron pria di Amerika Serikat telah menurun sekitar 1 persen setiap tahun sejak tahun 1980-an.
Pada tahun 2004, pria berusia 60 tahun memiliki kadar testosteron 17 persen lebih rendah dibandingkan dengan pria usia yang sama pada tahun 1987. Dokter, termasuk Profesor Urologi di Stanford Medicine, Michael Eisenberg, telah mengamati tren ini dengan kekhawatiran. Eisenberg menduga bahwa penurunan jumlah sperma dan testosteron juga dapat berpengaruh pada perubahan anatomi tubuh pria, termasuk panjang penis.
Para peneliti telah melakukan studi menyeluruh terkait panjang penis pria dari tahun 1942 hingga 2021, yang melibatkan lebih dari 55.000 pria. Hasilnya mengejutkan, di mana panjang penis pria justru cenderung meningkat daripada menurun. Langkah lanjut yang diambil untuk meyakinkan hipotesis ini adalah dengan melakukan analisis lebih mendalam terkait tren tersebut.












