Masalah Seksual Pria dan Wanita: Epidemic Diam-diam

Masalah kesehatan seksual seringkali membuat pasien pria merasa malu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Dokter spesialis bedah urologi, dr. Dimas Tri Prasetyo, merasakan derita pasien yang sering kali tidak nyaman dalam berkonsultasi tentang masalah reproduksi pria. Hal ini terinspirasi dr. Dimas untuk mendirikan klinik kesehatan reproduksi pria, Elysium Clinic, di Jakarta Selatan. Di klinik ini, pasien pria dapat dengan nyaman berkonsultasi tentang berbagai masalah kesehatan seksual tanpa harus merasa malu.

Banyak pasien pria merasa tidak percaya diri dengan ukuran alat vitalnya sehingga mencari solusi alternatif yang seringkali beresiko. Berbagai keluhan seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, penurunan libido, dan gangguan kesuburan sering tidak dipelajari karena faktor malu. Data dari Massachusetts Male Aging Study menunjukkan bahwa 1 dari 2 pria berusia 40-70 tahun di Amerika Serikat mengalami disfungsi ereksi. Sedangkan survei di Indonesia menemukan bahwa 35,6 persen pria Indonesia mengalami disfungsi ereksi.

Tidak hanya pria, wanita juga rentan mengalami masalah kesehatan seksual pasca melahirkan. Gangguan seperti vaginal laxity, dyspareunia, inkontinensia urine, dan perubahan di area intim pascamelahirkan seringkali tidak disadari dan dianggap wajar. Menurut dr. Dimas, gangguan tersebut dapat diobati dengan menggunakan alat-alat medis berteknologi modern. Gangguan kesehatan seksual tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik tapi juga mental, sehingga penting untuk tidak menganggap sepele dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis yang kompeten.

Source link