Anak Rentan Gangguan Kejiwaan: Cemas dan Depresi

Kesehatan mental anak menjadi fokus perhatian pemerintah, terutama mengenai kerentanan anak-anak terhadap gangguan kejiwaan. Menkes, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti fakta bahwa anak-anak lima kali lebih rentan terhadap gangguan jiwa seperti kecemasan dan depresi. Penekanan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Budi membahas pengaruh penggunaan gawai terhadap kesehatan mental anak-anak, yang diyakini meningkatkan risiko penyakit jiwa. Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan bahwa penyakit mental lebih sering terdeteksi pada anak-anak dibanding dewasa.

Budi menjelaskan bahwa sejak adanya gawai, pola interaksi anak-anak telah berubah dan menyebabkan peningkatan risiko gangguan kejiwaan. Mayoritas kasus gangguan mental yang terdeteksi adalah cemas dan depresi, namun masalah kesehatan jiwa masih belum terdiagnosis dengan baik di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenkes telah menyediakan kanal aduan 119 sebagai layanan untuk kesehatan mental, menerima sekitar hampir 100 ribu aduan terutama terkait kecemasan.

Menkes menegaskan bahwa penanganan penyakit mental memerlukan intervensi pemerintah mulai dari konseling hingga pengobatan. Berbagai jenis gangguan mental seperti cemas, depresi, skizofrenia, dan gangguan makan, perlu ditangani dengan obat-obatan yang sesuai. Inisiatif seperti CKG diluncurkan untuk lebih baik mendiagnosis masalah kesehatan jiwa di Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat menurunkan risiko penyakit mental pada anak-anak dan orang dewasa.

Source link