Dalam ulasan terbarunya, kritikus Jhon Sitorus membahas perjalanan Ahmad Ali dari Partai NasDem hingga kini sebagai Ketua Harian PSI. Jhon mengungkapkan bahwa Ahmad Ali telah dicopot dari posisinya di fraksi Nasdem di DPR pada tahun 2022, dan juga dari jabatan Wakil Ketua Umum Partai tersebut pada tahun 2024. Selain itu, rumah Ahmad dilakukan penggeledahan oleh KPK pada tahun 2025, di mana uang, jam, dan tasnya disita sebelum akhirnya bergabung dengan PSI.
Jhon menyimpulkan bahwa Ahmad Ali mungkin mencari perlindungan dengan bergabung dengan PSI mengingat masalah yang menimpanya. Akan tetapi, Ferdinand Hutahaean dari PDI Perjuangan menanggapi pernyataan Ahmad Ali dengan menyebutnya sebagai manuver mencari perhatian dan sensasi murahan. Menurut Ferdinand, Ahmad Ali sengaja melontarkan pernyataan kontroversial untuk menjaga PSI tetap relevan dan dalam sorotan publik.
Ferdinand menambahkan bahwa cara seperti itu seringkali digunakan oleh partai kecil untuk menjaga eksistensi mereka dan tetap berada dalam pemberitaan. Hal ini menunjukkan dinamika politik yang terjadi di internal partai politik Indonesia.












