Pulih dari Trauma: Asmaul Husna sebagai Cara Pemulihan Jiwa

Chichi Sukardjo, seorang penulis dan konselor psikologi berbasis Asmaul Husna, baru-baru ini meluncurkan program pemulihan jiwa yang disebut “Tetap Hidup Walau Dengan Luka: Sebuah Ruang Pulih Berbasis Asmaul Husna dan Self-Coaching” di Galeri Rumah Jawa, Jakarta Selatan. Program ini dibuka oleh Hanna Djumhana Bastaman, seorang tokoh Psikologi Islami Indonesia, yang menyambut baik pendekatan pemulihan jiwa yang lembut dan sederhana. Dalam program ini, Asmaul Husna digunakan sebagai teknik utama untuk menenangkan dan membantu individu mengatasi trauma mental.

Selain itu, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr. Syahganda Nainggolan, memberikan apresiasi terhadap program Chichi sebagai gerakan literasi psikologis–spiritual yang penting. Ia mengatakan bahwa masyarakat membutuhkan cara pemulihan yang aman dan terarah, terutama bagi mereka yang sulit mengakses layanan profesional. Chichi juga memperkenalkan tiga buku sebagai fondasi programnya, di antaranya Self Coaching GREAT, Bahagia Dengan Stres, dan 1st Aid Asmaul Husna, dengan menekankan pentingnya teknik “Napas 1 Menit Asmaul Husna” sebagai pertolongan pertama psikologis.

Menurut Chichi, pemulihan jiwa bukan tentang menghilangkan luka sepenuhnya, namun melalui latihan-latihan sederhana, seseorang dapat kembali kepada kesadaran Ilahi. Program ini juga didedikasikan untuk mendukung kegiatan sosial pendidikan, seperti membantu guru honorer dan menyediakan sarana belajar bagi siswa di beberapa desa. Acara peluncuran program ini diakhiri dengan ajakan Chichi kepada peserta untuk merawat kesehatan jiwa mereka dan menekankan pentingnya proses pulih yang melibatkan menenangkan dan menata luka yang ada di dalam diri.

Source link