Kenapa Strok dan Serangan Jantung Lebih Sering Terjadi di Pagi Hari?

Serangan jantung dan strok adalah kondisi medis yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Mengetahui faktor risiko dan waktu terjadinya sangat penting, terutama bagi penderita penyakit jantung. Dokter spesialis jantung, dr. Sanjay Kumar, mengungkapkan bahwa serangan jantung dan strok paling sering terjadi pada pagi hari. Pada rentang waktu antara pukul 4 hingga 8 pagi, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis yang dapat meningkatkan beban kerja jantung.

Beberapa alasan utama mengapa pagi hari menjadi periode berisiko tinggi adalah karena adanya lonjakan hormon, peningkatan risiko pembekuan darah, dan dehidrasi semalaman. Lonjakan hormon seperti kortisol dan katekolamin membuat tekanan darah dan detak jantung meningkat, memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular. Peningkatan PAI-1 karena kadar kortisol yang tinggi pada pagi hari juga meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Sementara itu, dehidrasi semalaman membuat darah lebih kental dan aliran darah menjadi lambat, meningkatkan kecenderungan terbentuknya bekuan.

Gejala awal serangan jantung antara lain rasa berat di dada, nyeri yang menjalar ke lengan atau rahang, sesak napas mendadak, keringat berlebih, serta kelelahan yang tidak biasa saat bangun tidur. Sementara gejala stroke meliputi wajah tampak menurun, kelemahan pada salah satu lengan, dan kesulitan berbicara. Masyarakat perlu waspada terhadap kondisi ini, terutama pada pagi hari ketika risiko serangan jantung dan strok paling tinggi.

Source link