Setelah melahirkan, perencanaan kehamilan dan pemilihan alat kontrasepsi menjadi perhatian utama bagi banyak pasangan, terutama bagi para ibu yang memilih untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. Pemilihan kontrasepsi dalam periode menyusui ini tidak boleh sembarangan. Alat kontrasepsi yang dipilih harus efektif mencegah kehamilan tanpa mengganggu produksi dan kualitas ASI. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, menyarankan penggunaan alat kontrasepsi non-hormonal selama periode menyusui, untuk memastikan ovulasi dan menstruasi tetap berjalan lancar. Biasanya, pasangan disarankan untuk berdiskusi terlebih dahulu saat memutuskan waktu pemasangan alat kontrasepsi setelah persalinan, apakah langsung setelah operasi caesar atau menunggu hingga masa nifas berakhir. Nisa juga menekankan pentingnya kenyamanan dan kemudahan dalam penggunaan alat kontrasepsi, seperti kondom dan IUD. Kondom dapat memberikan proteksi hingga 99% jika digunakan dengan benar. Sedangkan IUD memiliki beragam durasi pemakaian, dengan kontrol pemakaiannya yang tidak terlalu sering. Saran Nisa adalah memasang IUD ketika sedang menstruasi, karena saat itu mulut rahim sedang terbuka, memudahkan pemasangan alat. IUD juga tidak mengganggu siklus ovulasi dan menstruasi, serta memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Dengan menggunakan alat kontrasepsi yang tepat selama periode menyusui, pasangan dapat menjaga kesehatan reproduksi dan kehamilan dengan lebih efektif.
Tips Kontrasepsi Aman untuk Ibu Menyusui dari Dokter
Read Also
Recommendation for You

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mengembangkan rekomendasi aktivitas fisik yang sesuai dengan usia untuk masyarakat yang…

Hidrasi adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama pada anak-anak. Aqua dan The Asian…

Rompi pemberat, yang awalnya digunakan dalam program olahraga militer atau CrossFit ekstrem, kini mulai populer…









