PSI mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa Budi Arie Setiadi bukan lagi relawan Jokowi dan tidak pernah diajak untuk bergabung dengan partai tersebut. Hal ini menimbulkan reaksi dari publik, termasuk komentar tajam dari Herwin Sudikta, seorang pegiat media sosial. Herwin menilai bahwa perjalanan politik Budi Arie belakangan ini menunjukkan ketidakpastian, dengan terus berpindah-pindah arena politik tanpa arah yang jelas. Ia juga menyoroti hubungan Budi Arie dengan sejumlah partai politik, seperti Gerindra dan PSI.
Dalam komentar Burwin, ia menggunakan perumpamaan yang kuat untuk menggambarkan nasib politik Budi Arie, menyamakan keadaannya dengan jidat yang mirip lampu taman. Menurutnya, hal ini merupakan sindiran terkait peran politik Budi Arie yang dianggap hanya digunakan saat malam politik sebagai pemanis dekorasi, bukan sebagai sumber cahaya utama.
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, juga memberikan penjelasan bahwa Budi Arie Setiadi tidak pernah ditawari untuk bergabung dengan partai tersebut, menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ali menegaskan bahwa PSI sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan mantan Menteri Koperasi tersebut. Kesimpulannya, dinamika politik yang melibatkan Budi Arie Setiadi terus menjadi sorotan dan memunculkan perbincangan di kalangan publik.












