Salah satu supermarket di Indonesia baru-baru ini meluncurkan Indikator Gula, yang bertujuan untuk membantu konsumen mengontrol asupan gula dari minuman manis dalam kemasan. Ketua Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia, Ari Subagyo Wibowo, menekankan pentingnya label tinggi gula pada Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) untuk menekan lonjakan kasus diabetes. Fakta Indonesia mendukung rencana Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang akan mengkaji penerapan label “Tinggi Gula” pada MBDK, mengingat tren konsumsi gula yang meningkat dan berdampak negatif pada kesehatan masyarakat.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Fakta Indonesia bersama Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) terhadap 117 responden pasien gagal ginjal menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengidap Diabetes Tipe 2 yang disebabkan oleh konsumsi gula berlebih dari MBDK. Proyeksi dari International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2024 menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 20,4 juta jiwa, mendudukkan Indonesia sebagai negara kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.
Label tinggi gula telah menjadi standar efektif di berbagai negara seperti Meksiko, Peru, Cile, serta negara Amerika Latin dan Afrika. Ari mengungkapkan bahwa penerapan label ini membantu memberikan peringatan visual yang jelas kepada konsumen sehingga mereka dapat membuat pilihan yang lebih sehat. Beliau juga meminta agar pemerintah Indonesia memberikan perlindungan kepada warganya dari dampak negatif kesehatan yang disebabkan oleh MBDK. Dengan demikian, diharapkan dapat mencegah lonjakan kasus diabetes di masa mendatang.












