Tren Penyakit Jantung Berubah: Bahaya Gaya Hidup Modern

Penyakit jantung telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Jika sebelumnya penyakit jantung rematik merupakan penyebab utama yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada katup jantung, kini kasus ini mulai menurun. Sebaliknya, penyakit jantung koroner telah mengalami peningkatan pesat dan menjadi penyebab kematian utama di berbagai rumah sakit. Penyakit jantung sendiri memiliki berbagai jenis, termasuk jantung koroner, gagal jantung, aritmia, kardiomiopati, dan penyakit katup jantung. Namun, jantung koroner kini menjadi yang paling dominan akibat penyempitan pembuluh darah jantung yang menghambat aliran oksigen, berpotensi memicu serangan jantung mendadak.

Faktor gaya hidup masyarakat modern menjadi pemicu utama meningkatnya kasus jantung koroner. Ketua Umum PIKI 2025, dr. Sodiqur Rifqi, Sp.Jp, menyatakan bahwa risiko terkena jantung koroner meningkat karena diabetes, merokok, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan faktor lainnya. Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari, dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak dan menghentikan kebiasaan merokok.

Perubahan gaya hidup sederhana seperti berolahraga secara teratur, mengurangi konsumsi makanan berlemak, dan menghentikan merokok dapat membantu menekan risiko penyakit jantung. Dengan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, diharapkan tren peningkatan kasus jantung koroner dapat ditekan di masa mendatang. Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) telah menggelar Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting (ISICAM) ke-17 untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penanganan penyakit jantung.

Source link