Preciosa Kanti, seorang pegiat media sosial, memberikan tanggapannya terhadap langkah politik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyatakan niatnya untuk bergabung dengan Partai Gerindra dan mengganti logo Projo tanpa wajah Jokowi. Kritik tersebut mencerminkan hubungan yang renggang antara Jokowi dan Projo, dengan Kanti menegaskan pertanyaan apakah Jokowi meninggalkan Projo atau sebaliknya. Perubahan logo Projo menjadi gambar lebah menunjukkan pergeseran dukungan politik yang signifikan. Dalam situasi ini, Budi Arie dikritik sebagai upaya untuk menyelamatkan diri setelah tidak lagi berada di lingkaran kekuasaan Jokowi. Penampilan Jokowi yang tidak menghadiri acara tersebut juga dipandang sebagai penurunan legitimasi organisasi yang dipimpin oleh Budi Arie. Dengan demikian, sikap politik dan perubahan simbol Projo ini menunjukkan dinamika politik yang menarik untuk diamati.
Budi Arie Bergabung ke Partai Gerindra: Transaksi atau Loyalitas?
Read Also
Recommendation for You
22 DPD Partai Golkar di Sulawesi Siap Menangkan Caketum Partai Golkar Sulawesi sedang dalam proses…
Kasus Korupsi Mengguncang Tiga Pilar Kekuasaan Oleh: Heru Subagia (Pengamat Politik, Alumni Fisipol UGM) Dentuman…
Jika PSI Gagal di 2029, Adi Prayitno Meramalkan Nasib Gibran dan Jokowi Analisis politik Adi…
Keputusan MK Soal Pilkada Melalui DPRD Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Uji Materi Terkait Pilkada Melalui…
Seiring dengan perkembangan politik di Tanah Air, pernyataan sejumlah tokoh menjadi sorotan publik. Salah satunya…
Anwar Saragih: PDIP Tidak Asal Jatuhkan Hukuman pada Kader Terkait Dugaan Keterlibatan MBG Peneliti lingkungan…
