Industri pariwisata Indonesia sedang menghadapi perubahan besar menuju keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Dalam suasana global yang terus berubah, penting bagi Indonesia untuk tetap bersaing sambil menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Tren pariwisata di Asia Pasifik menunjukkan kecenderungan baru yang mendukung tema keberlanjutan, dengan wisata alam, budaya autentik, kesehatan, dan kuliner menjadi pilihan favorit bagi Gen Z dan milenial.
Menurut Executive Director dan Head of Strategic Consulting JLL Indonesia, Vivin Harsanto, generasi muda saat ini mencari pengalaman yang lebih bermakna dengan tetap dekat dengan alam, sejarah, dan komunitas lokal. Namun, tantangan masih ada, seperti konektivitas, infrastruktur, dan akses digital di daerah terpencil yang perlu diperhatikan.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata ke depan memerlukan investasi yang cerdas, tidak hanya dalam pembangunan fisik tetapi juga dalam penguatan aspek manusia dan lingkungan. Target investasi pariwisata hingga tahun 2029 mencapai Rp350 triliun, dengan fokus utama pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). Prinsip keberlanjutan juga harus diterapkan dalam praktik bisnis sehari-hari, seperti yang dilakukan oleh Artotel Group dalam operasional perusahaannya.
Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menekankan pentingnya transformasi menuju praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. Dalam rangka menjaga daya saing dan meningkatkan aksesibilitas, kualitas akomodasi, dan hiburan juga perlu ditingkatkan demi memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap dan berkesan bagi pengunjung.












