Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, mengomentari kondisi keuangan Indonesia yang diungkap oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Herwin juga menyoroti langkah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang mengalokasikan dana sebesar Rp200 triliun ke Himbara dan BSI. Menurut Herwin, dinamika ini menunjukkan adanya pergeseran dalam lingkaran kekuasaan dan tanda-tanda retak mulai muncul dalam dukungan internal pendukung mantan Presiden Jokowi. Herwin merasa langkah tersebut tidak dilakukan tanpa alasan, menggambarkan politik dan ekonomi saat ini seperti tembok kokoh yang mulai rapuh. Ia juga menyoroti perubahan sikap sebagian tokoh yang dulunya setia kepada pemerintahan, serta mempertanyakan masa kejayaan kekuasaan yang mulai bergeser. Sebelumnya, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, dan jajaran DPP Projo, bertemu dengan Jokowi dan dalam pertemuan tersebut Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya kepada relawan pendukung Projo. Menilik dari berbagai pernyataan dan pertemuan tersebut, terlihat adanya dinamika politik yang semakin kompleks di Indonesia.
Pujian Luhut Terhadap Purbaya dan Herwin: Alasan Projo Dikumpulkan Kembali
Read Also
Recommendation for You

Akhirnya, aktivis Eggi Sudjana memutuskan untuk berbicara tentang pertemuannya dengan Presiden ke-7, Joko Widodo, di…

Lembaga Survei Parameter Publik Indonesia (PPI) baru saja merilis hasil survei evaluasi satu tahun kepemimpinan…

Dinamika geopolitik global yang semakin memanas akibat konflik di Timur Tengah juga menarik perhatian sejumlah…

Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, dianggap sebagai salah satu figur yang sangat potensial…

Kilang Minyak (MI) KONDISI dunia saat ini tidak sedang menghadapi ancaman kehancuran total lewat perang…







