Menanggapi hasil survei lembaga riset Celios yang memberikan penilaian rendah terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ketua Direktorat Diseminasi Informasi dan Sosial Media DPP PSI, Dian Sandi Utama, menegaskan bahwa survei tersebut tidak dapat dianggap sebagai riset ilmiah karena metodenya tidak valid. Dian menilai pendekatan yang digunakan oleh Celios sebagai tidak terstruktur.
Dalam komentarnya, Dian menunjukkan perbandingan hasil survei Poltracking yang memberikan angka kepuasan masyarakat terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 78,3 persen, berbeda jauh dengan nilai rendah yang diberikan oleh Celios. Menurut Dian, klaim Celios yang menggunakan media sosial sebagai representasi suara rakyat merupakan kesalahan metodologi, karena interaksi di media sosial cenderung terbentuk berdasarkan kesamaan pandangan.
Dian juga menyoroti contoh jajak pendapat yang dilakukan oleh pakar hukum tata negara, Refly Harun, yang menunjukkan bahwa pandangan pengikutnya sangat mempengaruhi hasil polling. Hal ini menunjukkan bahwa karakter sosial media tidak dapat dijadikan acuan untuk mengukur opini publik secara obyektif. Menurut Dian, interpretasi hasil survei tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan objektif.
