Pentingnya Pertolongan Pertama untuk Gigitan Hewan Penular Rabies
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menegaskan pentingnya tindakan pertolongan pertama yang tepat bagi korban gigitan hewan penular rabies, seperti anjing. Salah satu langkah krusial yang harus segera dilakukan adalah mencuci luka gigitan selama 15 menit. Tindakan sederhana ini memiliki peran vital dalam membersihkan area luka dari partikel virus rabies yang mungkin menempel.
Menurut Hasudungan, mencuci luka dengan air dan sabun bertujuan untuk mencegah virus rabies bereplikasi. Setelah proses pencucian, penting untuk segera mengeringkan luka dan kemudian melakukan desinfeksi menggunakan iodin guna membunuh virus. Korban juga harus segera dibawa ke puskesmas terdekat agar dapat mendapatkan koordinasi dengan rumah sakit lebih lanjut sebagai tempat pertolongan pertama.
Beberapa rumah sakit di Jakarta yang menjadi rujukan untuk kasus gigitan hewan penular rabies antara lain RSUD Tarakan dan RSPI Sulianto Saroso. Gejala rabies pada manusia termasuk demam, badan lemas, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan nyeri. Selain itu, rasa kesemutan, cemas, dan fobia seperti hidrofobia, aerofobia, dan fotofobia juga dapat muncul sebelum kematian.
Penting untuk selalu memperhatikan langkah-langkah penanganan kasus gigitan hewan penular rabies secara cepat dan tepat demi mencegah penyebaran penyakit yang membahayakan tersebut.












