Presiden ke-7, Jokowi, telah mengeluarkan permintaan agar Prabowo-Gibran menjabat untuk dua periode. Hal ini dianggap sebagai ancaman, demikian disampaikan oleh eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara, Muhammad Said Didu. Pernyataan serupa tersebut telah dilakukan dua kali oleh Jokowi, seperti yang diungkapkan oleh Didu dalam unggahannya pada Selasa (23/9). Pertama, pada 6 Juni 2025, saat menanggapi isu pemakzulan Gibran, Jokowi menegaskan bahwa pemilihan presiden merupakan satu paket, artinya jika satu pihak jatuh, maka harus jatuh bersamaan. Kedua, pada 19 September 2025, Jokowi meminta agar Prabowo-Gibran menjabat dua periode, yang dianggap sebagai ancaman. Dalam konteks Pilpres 2029, Jokowi tidak menampik kemungkinan Prabowo-Gibran kembali maju, dan ia tetap konsisten dalam mendukung kepemimpinan dua periode. Jokowi juga telah menyampaikan permintaan tersebut kepada Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) dan kelompok pendukung lainnya.
Jokowi Dorong Prabowo-Gibran Dua Periode, Said Didu Kaget
Read Also
Recommendation for You

Dinamika politik menuju Pilpres 2029 semakin memanas meskipun masih lama. Ada kemungkinan Gibran Rakabuming Raka…

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi tudingan terhadap Ketua Umumnya, Kaesang Pangarep, yang disebut sebagai “bocil…

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi langkah politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang membuka peluang mengusung…

Menurut Prof. Dr. Risma Niswaty, seorang pakar kebijakan publik dari Universitas Negeri Makassar, wacana Pilkada…

Hijrahnya Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu, ke PSI menuai berbagai pertanyaan dari publik….







