Aktivis Ruhul Maani memberikan tanggapannya terhadap pengakuan Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy atau Gus Romi, yang mengungkap mahalnya ongkos politik di Indonesia. Menurut Ruhul, pengakuan tersebut merupakan kenyataan pahit dalam dunia partai politik saat ini. Ia menyatakan keyakinannya terhadap gambaran yang disampaikan Gus Romi, menyalahkan model partai politik saat ini yang memungkinkan figur publik yang kontroversial dapat duduk di DPR.
Praktik politik uang dalam Pemilu terus menjadi perhatian, dianggap merusak demokrasi dan menjadi akar dari perilaku korupsi. Meskipun seringkali dibahas oleh publik, fenomena ini semakin merajalela dan dianggap biasa oleh sebagian masyarakat dan politisi. Bentuk suap dalam politik sangat beragam, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemberian uang tunai. Gus Romi contohkan kasus di Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara, di mana praktik politik uang bahkan mencapai Rp1 juta per pemilih, yang totalnya dapat mencapai Rp16 miliar, menurut berbagai lembaga survei.












