Pemerintah kota Toyoake, Prefektur Aichi, Jepang Tengah, telah mengajukan rancangan undang-undang untuk mengendalikan penggunaan ponsel pintar secara berlebihan. RUU ini mencakup pembatasan penggunaan ponsel pintar hingga dua jam sehari dan mendorong warga, khususnya mereka di bawah usia 18 tahun, untuk mengurangi penggunaan ponsel pintar setelah jam tertentu untuk mendapatkan tidur yang cukup. Wali Kota Toyoake, Masafumi Koki, menyatakan bahwa batasan dua jam ini adalah panduan untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan ponsel pintar yang berlebihan pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Tidak ada sanksi yang akan dikenakan bagi pelanggar aturan tersebut. RUU tersebut masih dalam pembahasan di dewan kota Toyoake, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup warga. (Sumber: nippon.com).
Pemkot Jepang Rencanakan UU Batasi Penggunaan Ponsel 2 Jam
Read Also
Recommendation for You

Setelah berolahraga, adalah hal yang normal jika merasa pegal. Namun, bagaimana dengan nyeri otot? Seberapa…

Menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama dapat meningkatkan kelelahan mata. Dokter spesialis mata…

Varises sering dianggap sebagai masalah estetika karena menonjol di kaki dan mengganggu penampilan. Namun, sebenarnya…

Kesadaran deteksi dini penyakit tidak menular masih rendah di kalangan masyarakat, seperti yang terlihat dari…

Manfaat Bangun Pagi dan Menikmati Sinar Matahari untuk Kesehatan Bangun pagi dan menikmati sinar matahari…







