Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Kongres di Solo yang dimulai pada Sabtu (19/7) dan ditutup pada Minggu (20/7) dengan dihadiri oleh Presiden ketujuh RI, Jokowi. Pada acara penutupan, diharapkan juga dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka. Pembukaan Kongres PSI ini menjadi moment penting yang patut diperhatikan, menurut pengamat politik, Ray Rangkuti. Ia memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan Kongres PSI di Solo, Juli 2025. Dalam analisisnya, Rangkuti menyoroti lima poin penting terkait dinamika internal partai pemuda ini. Salah satu perhatiannya adalah terkait jumlah peserta pemilihan raya yang terdaftar sebanyak 187.306 orang dan kejelasan terkait jumlah keseluruhan anggota PSI yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Transparansi keanggotaan partai yang mengklaim sistem satu orang satu suara juga menjadi fokus perhatiannya. Jargon kesetiaan yang digaungkan PSI juga turut menjadi sorotannya, terutama dalam konteks luka politik dalam Pilpres 2024. Keterlibatan berbagai elemen dalam Kongres PSI ini menjadi penanda penting bagi dinamika politik di tanah air.
Kongres PSI Solo: Ray Rangkuti Bahas Yel-yel Setia yang Dipertanyakan
Read Also
Recommendation for You

Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, dianggap sebagai salah satu figur yang sangat potensial…

Kilang Minyak (MI) KONDISI dunia saat ini tidak sedang menghadapi ancaman kehancuran total lewat perang…

Dalam menyambut bulan Ramadan 1447 H, Partai NasDem mengadakan acara buka puasa bersama yang dihadiri…

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menggelar acara buka puasa bersama anak yatim dalam momentum…

Dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tingkat kepuasan publik terhadapnya cukup tinggi,…







