Kontroversi muncul setelah pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyinggung para purnawirawan TNI yang mengkritik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbagai tanggapan keras dilontarkan oleh banyak tokoh, termasuk Hisyam Mochtar, seorang pegiat media sosial. Hisyam mempertanyakan wewenang Luhut untuk mengatur hak setiap warga negara, termasuk para purnawirawan, dalam menyuarakan pendapat di negara mereka sendiri. Pernyataan Luhut dinilai merendahkan suara para purnawirawan yang mencemaskan dinamika politik nasional, terutama terkait keterlibatan keluarga Jokowi dalam Pilpres 2024. Sebelumnya, sejumlah purnawirawan jenderal TNI telah menyampaikan delapan tuntutan sebagai respons terhadap kondisi bangsa. Dokumen tuntutan itu ditandatangani oleh tokoh militer senior seperti Fachrul Razi, Tyasno Sudarto, Slamet Soebijanto, dan Hanafie Asnan. Tanda tangan Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno juga tercatat dalam dokumen tersebut. Tuntutan tersebut dituangkan dalam dokumen pada bulan Februari 2025.
Luhut Ingin Usir Orang Suarakan Pemakzulan Gibran: Apa Kapasitas Hisyam Mochtar?
Read Also
Recommendation for You

Muhidin Sebut Bahlil Akan Keluarkan Diskresi untuk Salah Satu Calon Ketua Golkar Sulsel, Siapa Dia?…

Kepemimpinan Perempuan di Sulawesi Selatan: Mengukir Sejarah Baru Peran perempuan dalam dunia politik kembali mendapat…

Tere Liye Kritik Pedas Skandal Ijazah Palsu Pejabat Publik Penulis kondang yang juga dikenal sebagai…

Naik Kelas: Sitti Husniah Talenrang Masuk Struktur DPP PAN Naik Kelas: Sitti Husniah Talenrang Masuk…

Ashabul Kahfi Kembali Pimpin PAN Sulsel, Husniah Talenrang ke DPP Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat…







